Minggu, 20 April 2008

Tipisnya antara cinta dan benci

Sadarkah kita kalau antara cinta dan benci itu tipis sekali bedanya. Seseorang bisa saja jatuh cinta terhadap seseorang dan hanya dalam hitungan detik merubah cinta itu menjadi benci. Melupakan semua memori yang ada dengan kemarahan.

Serem ya…tapi itulah manusia. Tidak menyalahkan atas perubahan yang ada karena selain hal itu sangat manusiawi sekali dan ‘everything happen for a reason’ maka bisa dimaklumin siy, Bahwa cinta itu bisa menjadi benci.
Tapi sebagai manusia juga kita harus mau berusaha merubah agar benci itu tidak bertahan lama, karena takutnya akan jadi penyakit kronis yang akan susah untuk disembuhkan. Karena kelamaan memendam rasa benci akan membuat kita jadi lupa akan rasa cinta. Jadi walaupun tipis sekali antara rasa cinta dan benci, kita berharap rasa cinta yang terus dipelihara dan bukannya rasa benci.

1 komentar:

wkurniawan mengatakan...

wah mesti hati-hati anda...